Lokernez | Updated at: 14:30 |
Sepertinya tabu diungkapkan; tapi bagaimana mereka yang mengalami "mendapati" istrinya tidak perawan atau sudah ndak gadis lagi? Jangan dijadikan tabu dong! Mereka perlu berbagi rasa.

Umumnya disebabkan keteledoran para suami itu sendiri: 80% - 90% tergesa-gesa untuk memutuskan segera menikah. Terlepas apakah sang calon istri sebelumnya jujur bilang bahwa ia tak lagi gadis.

Diharapkan kita mampu berempati dan memposisikan diri "netral/posisi tengah." Seolah-olah berada di posisi "suami kurang beruntung." Sekaligus pesan moral buat para lelaki hidung mancung, ganteng and kaya raya untuk menyadari sepenuhnya. Minimal merasa iba dikala niat ingin mendzolimi kaum hawa.

Bagaimana perasaan suaminya kelak dan bagaimana rasanya jika itu menimpa diri kalian? Jauh dilubuk hati lelaki manapun mendambakan calon istri utuh, belum pernah tersentuh, terjamah lelaki.

istri sholehah
Wanita masih gadis amat sangat berharga, identik wanita baik. Seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita baik, iya kan?

Betapa beruntungnya mendapati istri "gadis." Kira-kira apa saja kelebihannya? Berikut beberapa pemaparan mendasar berdasarkan pengalaman pribadi curahan hati rekan:

  1. Jauh dari selingkuh; mampu menjauhkan diri bila lingkungan dirasa kurang kondusif. Kebiasaan lamanya selalu menghindar pergaulan buruk.
  2. Jauh dari gosip, cemooh, fitnah, suu'dzon suami, keluarga, maupun tetangga. Terhindar anggapan sebagai wanita murahan, ndak diakui anaknya, dsb.
  3. Pergaulan terjaga; karakter baik memang terbentuk semenjak dini, dididik keluarga baik. Peran seorang Ibunya memberi contoh plus cara mendidik tepat sangat dominan. Seperti terbiasa sholat, mengaji mengikuti ibunya, dsb.
  4. Lebih tenang. Ditinggal suami dirumah kemanapun ia pergi tetap terjaga. Faktor pengamalan agama menentukan.
  5. Lebih setia. Jika mengalami permasalahan rumah tangga. Istri "gadis" sulit berpindah ke lain hati. Gak terbiasanya mengungkapkan isi hati kepada siapapun, termasuk teman dekat, apalagi lelaki lain sangat tabu.
  6. Tidak menimbulkan curiga berlebihan. Membuat pasangannya percaya sepenuhnya. Umumnya, dikala pasangan muda mengalami pergolakan kecil rumah tangga, mereka cenderung mudah mencari pasangan lain untuk mengobati luka hati. Sebaliknya, wanita/istri perawan sulit terpengaruh lingkungan buruk. Ssehingga betapapun pelik rumah tangga mampu dihadapi tenang, didasari wawasan begitupun pengamalan agama.
  7. Dapat memotivasi suami untuk berbuat terbaik. Pengalaman beberapa rekan, "maaf" anonim, mengeluh karena istri ndak gadis. Merasa dirinya kurang termotivasi berbuat terbaik terhadap istri. Bahkan, malah berniat sebaliknya ingin segera cerai.

Pengamalan agama "bagus" identik masih gadis?

Saya nda beranggapan 100% wanita sholehah identik gadis, bisa jadi ada sebagian kecil wanita sholehah tersebut mengalami masa lalu suram kemudian tobat. Begitupun korban pemerkosaan. Buktinya apa, wanita baik umumnya "virgin"? Gak usah jauh-jauh, lihat lingkungan sekitar!

Wanita mampu mengamalkan ajaran-Nya pantang berbuat aneh-aneh; "no" genit, cara berpakaian "no" mengundang hasrat, cara bicara terjaga membuat lelaki segan, dsb. Malah sebaliknya, wanita terkesan nakal "murahan" peluang masih gadis pun semakin kecil. So, beruntunglah calon suami mengikuti anjuran Nabi, "pilihlah yang beragama, niscaya kamu beruntung."

Terlanjur menikahi istri ndak "gadis" lagi?

Disini sy tidak mau mencoba mengintimidasi wanita yg sudah tidak gadis lagi. Namun, lebih menitik beratkan "Oleh sebab apa dia hilang kegadisannya?"

Jika saja hilangnya kegadisan karena unsur "suka sama suka" toh itu sudah jelas kita sebagai lelaki yg waras jelas tidak akan pernah mau terima.

Menurut saya, betapa murah dan hinanya wanita yg hanya menyerahkan kegadisannya hanya karen unsur suka sama suka. Ingat, seorang PSK yg sudah tidak gadis saja masih tetap minta bayaran.

Jika itu karena unsur korban pemerkosaan atau karena unsur pergerakan fisik yg terlalu berlebihan seperti bersepeda, latihan bela diri, dsb itu mungkin kita sebagai lelaki yg waras akan menerimanya 1000%

Namun, bagaimana jika sy baru menyadari (maaf, "baru waras") dan terlanjur menikahi yang sudah tidak gadis lagi? InshAllah kemungkinan salah satu jalan terakhir inilah yang akan kita jadikan patokan berdasarkan hadist dari keluhan seseorang pada nabi saw karena istri "genit":
"...Nabi menjawab, "Ceraikan!" Orang itu berkata, "Tapi saya masih mencintainya." Jawab Nabi kemudian, "Kalau begitu, jangan cerai dia."
Hadist diatas erat kaitannya "Haram menikahi wanita/lelaki pezina." Mudah-mudahan kalian gak mengalami permasalahan pelik rumah tangga modern. Think globally, act locally! Berpikir (wawasan) serta tindakan positip memang harus global, diimbangi kaidah agama plus budaya timur.

Apa bedanya nanti dengan Afrika? Apa harus sampai di iming-imingi beasiswa kuliah gratis segala klu sanggup mempertahankan kegadisan sampai menikah nanti?!

Memilih istri. Reviewed by LokerNez on . Menjadi calon suami beruntung! Pilih istri berakhlak baik. Korelasi kuat antara karakter, lingkungan, agama serta wawasan calon istri. Rating: 4.5

AVG Premium Security 2014